Inovasi model pembelajaran konstruktivist dan numbered head together
|
Fase
|
Sintak
Original
|
Inovasi
|
Critical
Thinking
|
Creative
Thinking
|
Collaborative
Thinking
|
Communicative
Thinking
|
|
Fase 1
Pengetahuan awal
|
·
Guru
bertanya “ apakah limbah yang sudah dibuang bisa kita pakai kembali?
Contohnya limbah plastik”
·
Siswa
menanggapi pertanyaan guru dan mengemukakan pendapatnya
|
·
Guru
bertanya “ apakah limbah yang sudah dibuang bisa kita pakai kembali?
Contohnya limbah plastik”
· Siswa menanggapi pertanyaan guru dan mengemukakan pendapatnya
· Siswa membuat kelompok
|
Siswa akan berfikir kritis kemudian memberi respon dan
menanggapi pertanyaan dari guru.
Respon dan tanggapan dari siswa yang menjadi pijakan guru
untuk mengetahui sejauh mana keingintahuan siswa dalam mempelajari pengolahan
limbah lingkungan.
|
Siswa mencoba membuat kerangka atau rancangan
produk yang akan dibuat dari bahan dasar limbah plastik
|
Siswa bersama sama dengan guru menyususn sub
materi atau topik yang akan dibahas, misalnya pada materi pencemaran
lingkungan siswa akan membahas tentang limbah plastik; manfaat maupun dampak
dari limbah tersebut
|
Siswa berinteraksi dengan teman sebangku untuk
menjawab pertanyaan d guru
|
|
Fase 2
Eksplorasi
|
·
Guru memberikan LKS dan alat
percobaan kepada siswa untuk membuktikan pendapat mereka
·
Siswa melakukan percobaan dan
mendiskusikan secara berkelompok untuk membuktikan pendapatnya
|
· Siswa menyediakan
sendiri alat dan bahan percobaan yang akan dibuat
·
Siswa melakukan
percobaan dan mendiskusikan secara berkelompok untuk membuktikan pendapatnya
· Guru menilai dengan rubrik autentik
penilaian untuk menilai kreatifitas peserta didik atau hal-hal yang berbeda
|
|
·
Siswa membuat inovasi produk yang
berasal dari limbah plastik
· Peserta didik mengaplikasikan skill atau
kreatifitasnya
|
Siswa bersama teman sekelompok bekerja sama dalam
pembuatan produk yang berasal dari limbah plastik
|
siswa berkomunikasi dengan teman kelompok dalam diskusi
dan percoban yang dilakukan
|
|
Fase 3
Diskusi dan penjelasan kelompok
|
·
Guru memberi kesempatan siswa
mempresentasikan hasil kelompok dan menanggapi pertanyaan kelompok lainnya
·Siswa menyimpulkan hasil kerja
kelompok dan hasil diskusi kelas
|
·
Guru memberi kesempatan siswa
mempresentasikan hasil kelompok dan menanggapi pertanyaan kelompok lainnya
· Siswa menyimpulkan
hasil kerja kelompok dan hasil diskusi kelas
|
Peserta
didik bertanya dan berargumentasi
|
· Melihat hal-hal berbeda dari sesuatu proyek yang
hampir sama
· Siswa dapat refleksi hasil pekerjaan
· Peserta didik dapat melihat efisien dan efektifitas
dari setiap kelompok
|
Peserta didik
mampu berkolaborasi dengan kelompoknya dalam presentasi dan proses tanya
jawab
|
Peserta didik
saling berargumentasi
|
|
Fase 4
Pengembangan dan aplikasi konsep
|
·
Guru menanyakan tentang konsep
pencemaran lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari serta faktor
yang mempengaruhi pencemaran lingkungan dan solusi untuk mengatasi persoalan
pencemaran lingkungan
|
·
Guru menanyakan tentang konsep
pencemaran lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari serta faktor
yang mempengaruhi pencemaran lingkungan dan solusi untuk mengatasi persoalan
pencemaran lingkungan Dari hasil diskusi kelompok, hasil dari setiap kelompok
di satukan agar mendapatkan satu pengembangan
· Siswa menjelaskan konsep pencemaran lingkungan yang dekat dengan
kehidupan sehari-hari serta faktor yang mempengaruhi pencemaran lingkungan
dan solusi untuk mengatasi persoalan pencemaran lingkungan
·
Guru bertindak sebagai fasilitator dan menerima semua pendapat
peserta didik. Menerima kesalahan konsep.
·
Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk menemukan hal baru.
|
Guru
menggali berpikir kritis siswa
|
Peserta
didik dapat berpikir kreatif (mengkombinasi hasil karya yang berdasarkan pada
beberapa hasil karya kelompok lain) atau mencipta hasil yang baru
|
Peserta
didik berkolaborasi dengan kelompok lain menemukan hal baru
|
Peserta
didik saling berinteraksi
|
Model
Konstruktivis secara umum:
1.
Mengenalkan
peserta didik pada objek konsep saat ini.
2.
Menyajikan
situasi yang lebih rumit
3.
Peserta
didik memilih permasalahan
4.
Membiarkan
peserta didik menjelaskan kepada peserta didik lain
5.
Ketika
peserta didik tidak memiliki penjelasan yang cukup:
a. Guru menerima misconcept mereka
b. Menyarankan penjelasan lain untuk mengembangkan pemikiran
c. Guru menyetujui, lalu merekonstruksi penejelasan itu.
Kelebihan dari perpaduan model pembelajaran konstruktivist dan
numbered head together
·
Meningkatkan
keaktifan siswa dalam proses pembelajaran
·
Menimbulkan
kreatifitas siswa
·
Kelemahan dari perpaduan model pembelajaran konstruktivist dan
numbered head together
·
Membutuhkan
waktu lebih untuk melakukan percobaan
artikel yang sangat menarik, dan bermanfaat sebagai referensi 😊
BalasHapusBuk.apakah setiap langkah harus kita inovasi buk?
BalasHapusMenurut saya tidak buk wilda. Inovasi model pembelajaran jika seorang guru inhin melakukan pembelajaran yg lebih menarik dan akan timbuk critical thingking dsb. Terimakasih
HapusAsalamualaikum
BalasHapusartikel yang sangat menarik,
saya sering menggunakan model NHT dengan tujuan semua siswa mau melakukan tugasnya karena diakhir kegiatan semua siswa berpeluang mempresentasikan hasil kerjanya
Izin share ya...sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih atas postingannya sangat membantu
BalasHapusTerimakasih untuk artikel yang bermanfaat ini memberikan referensi tambahan bagi saya
BalasHapus