Rabu, 07 November 2018

The Constructivist Model


Inovasi  model pembelajaran konstruktivist dan numbered head together
Fase
Sintak Original
Inovasi
Critical Thinking
Creative Thinking
Collaborative Thinking
Communicative Thinking
Fase 1
Pengetahuan awal
·         Guru bertanya “ apakah limbah yang sudah dibuang bisa kita pakai kembali? Contohnya limbah plastik”
·         Siswa menanggapi pertanyaan guru dan mengemukakan pendapatnya


·         Guru bertanya “ apakah limbah yang sudah dibuang bisa kita pakai kembali? Contohnya limbah plastik”
·  Siswa menanggapi pertanyaan guru dan mengemukakan pendapatnya
·  Siswa membuat kelompok


Siswa akan berfikir kritis kemudian memberi respon dan menanggapi pertanyaan dari guru.
Respon dan tanggapan dari siswa yang menjadi pijakan guru untuk mengetahui sejauh mana keingintahuan siswa dalam mempelajari pengolahan limbah lingkungan.
Siswa mencoba membuat kerangka atau rancangan produk yang akan dibuat dari bahan dasar limbah plastik



Siswa bersama sama dengan guru menyususn sub materi atau topik yang akan dibahas, misalnya pada materi pencemaran lingkungan siswa akan membahas tentang limbah plastik; manfaat maupun dampak dari limbah tersebut
Siswa berinteraksi dengan teman sebangku untuk menjawab pertanyaan d guru



Fase 2
Eksplorasi
·         Guru memberikan LKS dan alat percobaan kepada siswa untuk membuktikan pendapat mereka
·         Siswa melakukan percobaan dan mendiskusikan secara berkelompok untuk membuktikan pendapatnya

·     Siswa menyediakan sendiri alat dan bahan percobaan yang akan dibuat
·         Siswa melakukan percobaan dan mendiskusikan secara berkelompok untuk membuktikan pendapatnya
·  Guru menilai dengan rubrik autentik penilaian untuk menilai kreatifitas peserta didik atau hal-hal yang berbeda


·         Siswa membuat inovasi produk yang berasal dari limbah plastik
· Peserta didik mengaplikasikan skill atau kreatifitasnya
Siswa bersama teman sekelompok bekerja sama dalam pembuatan produk yang berasal dari limbah plastik
siswa berkomunikasi dengan teman kelompok dalam diskusi dan percoban yang dilakukan
Fase 3
Diskusi dan penjelasan kelompok
·         Guru memberi kesempatan siswa mempresentasikan hasil kelompok dan menanggapi pertanyaan kelompok lainnya
·Siswa menyimpulkan hasil kerja kelompok dan hasil diskusi kelas




·         Guru memberi kesempatan siswa mempresentasikan hasil kelompok dan menanggapi pertanyaan kelompok lainnya

· Siswa menyimpulkan hasil kerja kelompok dan hasil diskusi kelas


Peserta didik  bertanya dan berargumentasi
·  Melihat hal-hal berbeda dari sesuatu proyek yang hampir sama
·  Siswa dapat refleksi hasil pekerjaan
·  Peserta didik dapat melihat efisien dan efektifitas dari setiap kelompok

Peserta didik mampu berkolaborasi dengan kelompoknya dalam presentasi dan proses tanya jawab
Peserta didik saling berargumentasi


Fase 4
Pengembangan dan aplikasi konsep
·         Guru menanyakan tentang konsep pencemaran lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari serta faktor yang mempengaruhi pencemaran lingkungan dan solusi untuk mengatasi persoalan pencemaran lingkungan

·         Guru menanyakan tentang konsep pencemaran lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari serta faktor yang mempengaruhi pencemaran lingkungan dan solusi untuk mengatasi persoalan pencemaran lingkungan Dari hasil diskusi kelompok, hasil dari setiap kelompok di satukan agar mendapatkan satu pengembangan
·     Siswa menjelaskan konsep pencemaran lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari serta faktor yang mempengaruhi pencemaran lingkungan dan solusi untuk mengatasi persoalan pencemaran lingkungan
·         Guru bertindak sebagai fasilitator dan menerima semua pendapat peserta didik. Menerima kesalahan konsep.
·         Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk menemukan hal baru.

Guru menggali berpikir kritis siswa
Peserta didik dapat berpikir kreatif (mengkombinasi hasil karya yang berdasarkan pada beberapa hasil karya kelompok lain) atau mencipta hasil yang baru
Peserta didik berkolaborasi dengan kelompok lain menemukan hal baru
Peserta didik saling berinteraksi

Model Konstruktivis secara umum:
    1.      Mengenalkan peserta didik pada objek konsep saat ini.
    2.      Menyajikan situasi yang lebih rumit
    3.      Peserta didik memilih permasalahan
   4.      Membiarkan peserta didik menjelaskan kepada peserta didik lain
   5.      Ketika peserta didik tidak memiliki penjelasan yang cukup:
          a.       Guru menerima misconcept mereka
          b.      Menyarankan penjelasan lain untuk mengembangkan pemikiran
         c.       Guru menyetujui, lalu merekonstruksi penejelasan itu.

Kelebihan dari perpaduan  model pembelajaran konstruktivist dan numbered head together
      ·         Meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran
      ·         Menimbulkan kreatifitas siswa
·          
Kelemahan dari perpaduan  model pembelajaran konstruktivist dan numbered head together
      ·         Membutuhkan waktu lebih untuk melakukan percobaan


7 komentar:

  1. artikel yang sangat menarik, dan bermanfaat sebagai referensi 😊

    BalasHapus
  2. Buk.apakah setiap langkah harus kita inovasi buk?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya tidak buk wilda. Inovasi model pembelajaran jika seorang guru inhin melakukan pembelajaran yg lebih menarik dan akan timbuk critical thingking dsb. Terimakasih

      Hapus
  3. Asalamualaikum
    artikel yang sangat menarik,
    saya sering menggunakan model NHT dengan tujuan semua siswa mau melakukan tugasnya karena diakhir kegiatan semua siswa berpeluang mempresentasikan hasil kerjanya

    BalasHapus
  4. Izin share ya...sangat bermanfaat

    BalasHapus
  5. Terimakasih atas postingannya sangat membantu

    BalasHapus
  6. Terimakasih untuk artikel yang bermanfaat ini memberikan referensi tambahan bagi saya

    BalasHapus

The Constructivist Model

Inovasi  model pembelajaran konstruktivist dan numbered head together Fase Sintak Original Inovasi ...