EFEKTIFITAS
MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM PADA SISWA PEMBELAJARAN SAINS
Dalam
proses pembelajaran seringkali menggunakan beberapa istilah yang pada dasarnya
dimaksudkan untuk menjelaskan cara metode, tahapan atau pendekatan yang
dilakukan oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Proses
belajar semestinya harus dilakukan secara menyenangkan untuk anak diidk. Ini
adalah hal yang sesungguhnya sangat mendasar dari sebuah model pembelajaran.Quantum
Learning merupakan strategi belajar yang bias digunakan oleh siapa
saja selain siswa dan guru karena memberikan gambaran untuk mendalami apa saja
dengan cara yang mantap dan berkesan. Dalam Quantum Learning seorang
pembelajar harus mengetahui terlebih dahulugaya belajar, gaya
berpikir, dan situasi dirinya. Dengan begitu, pembelajar akan cepat mendalami
sesuatu.
Dalam
makalah ini akan dijelaskan lebih lanjut tentang model pembelajaranQuantum
Learning termasuk langkah-langkah serta kelebihan dan kekurangannya.
Pengertian Quantum Learning
Istilah
Quantum pada awalnya hanya digunakan oleh pakar fisika modern menjelang abad
20, kemudian berkembang secara luas merambat ke bidang-bidang kehidupan manusia
lainnya. Dalam bidang pendidikan muncul konsep quantum yang berupaya untuk
meningkatkan proses pembelajaran, baik yang bersifat individual maupun
kelompok. Saat ini, mulai dirasakan bahwa kehidupan individu dan organisasi,
bisnis atau sosial, sedang menghadapi tantangan global, yakni perubahan
besar-besaran dalam hampir seluruh aspek.
Menurut Poter dan Hernacki, Quantum Learning adalah
seperangkat metode atau falsafah belajar yang terbukti efektif di sekolah dan
bisnis untuk semua tipe orang dan segala usia. Quantum Learning pertama
kali diterapkan di tempat pelatihan metode Quantum Learning atau
Supercamp.
Quantum Learning berakar dari upaya Lozanov, seorang
pendidik yang berkebangsaan Bulgaria yang bereksperimen dengan apa yang disebut
sebagai “Suggestology” atau “Suggestopedia”. Pada prinsipnya bahwa sugesti
dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar dan sikap detail apa pun
memberikan sugesti positif ataupun negatif (De Porter dan Hernacki, 2000:14).
Dalam Quantum Learning menggabungkan
sugestologi teknik pemercepatan belajar dan NLP (Program Neurolinguistik)
dengan teori, keyakinan dan metode yang spesifik, termasuk diantaranya
kosep-konsep kunci dari berbagai teori dan strategi belajar yang lain seperti :
1) Teori otak kanan dan otak kiri
2) Teori otak triune (3 in 1)
3) Pilihan modalitas (visual,
auditorial, kinestetik).
4) Teori kecerdasan
gandaPendidikan holistik (menyeluruh)
5) Belajar berdasarkan pengalaman
6) Belajar dengan simbol (metaphorik
learning)
7) Simulasi atau permainan.
Maksud dari ke delapan kunci strategi Quantum Learning adalah
menggabungkan kegiatan yang secara seimbang antara bekerja dan bermain, dengan
kecepatan yang mengesankan dan dibarengi dengan kegiatan yang
menggembirakan.Serta efektif digunakan oleh semua umur (De Porter dan Hernacki,
2000:16).
Quantum
Learning adalah
kiat, starategi dan sesluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman
dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai proses yang menyenangkan dan
bermanfaat.
Tujuan pembelajaran quantum adalah untuk meraih ilmu pengetahuan yang luas dengan berdasarkan prinsip belajar yang menyenangkan dan menggairahkan. Menurut Shoimin, (2014), di dalam pembelajaran quantum dikenal adanya Kerangka rancangan belajar Quantum Teaching yang dikenal sebagai TANDUR, diantaranya
1) Tumbuhkan
Tahap menumbuhkan minat siswa terhadap pembelajaran yang akan dilakukan. Melalui tahap ini,guru berusaha mengikutsertakan siswa dalam proses belajar. Motivasi yang kuat membuat siswa tertarik untuk mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran. Tahap tumbuh bisa dilakukan untuk menggali permasalahan terkait dengan materi yang akan dipelajari, menampilkan suatu gambaran atau benda nyata, cerita pendek atau video.
2) Alami
Alami merupakan tahap ketika guru menciptakan atau mendatangkan pengalaman yang dapat dimengerti semua siswa. Tahap ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan pengetahuan awal yang telah dimiliki. Selain itu, tahap ini juga untuk mengembangkan keinginantahuan siswa. Tahap alami bisa dilakukan dengan mengadakan pengamatan.
3) Namai
Tahap namai merupakan tahap memberikan kata kunci, konsep, model, rumus, atau strategi atasp pengalaman yang telah diperoleh siswa. Dalam tahap ini siswa dengan bantuan guru berusaha menemukan konsep atas pengalaman yang telah dilewati. Tahap penamaan memacu struktur kognitif siswa untuk memberikan identitas, menguatkan, dan mendefinisikan atas apa yang telah dialaminya. Proses penamaan dibangun atas pengetahuan awal dan keingintahuan siswa saat itu. Penamaan merupakan saat untuk mengajarkan konsep kepada siswa. Pemberian nama setelah pengalaman akan menjadi sesuatu lebih bermakna dan berkesan bagi siswa. Untuk membantu penamaan dapat digunakan susunan gambar, warna alat bantu, kertas tulis, dan poster dinding.
4) Demonstrasikan
Tahap demontrasi memberikan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan ke dalam pembelajaran yang lain dan ke dalam kehidupan mereka. Tahap ini menyediakan kesempatan kepada siswa untuk menunjukan apa yang mereka ketahui. Tahap demonstrasi bisa dilakukan dengan penyajian di depan kelas, permainan, menjawab pertanyaan, dan menunjukkan hasil pekerja
5) Ulangi
Pengulangan akan memperkuat koneksi saraf sehingga menguatkan struktur kognitif siswa. Semakin sering dilakukan pengulangan, pengetahuan akan semakin mendalam. Bisa dilakukan dengan menegaskan kembali pokok materi pelajaran, member kesempatan siswa untuk mengulang pelajaran dengan teman lain atau melalui latihan soal.
6) Rayakan
Rayakan merupakan wujud pengakuan untuk menyelesaikan partisipasi dan memperoleh keterampilan dalam ilmu pengetahuan. Bisa dilakukan dengan pujian, tepuk tangan, dan bernyanyi bersama.
Karakteristik Pembelajaran Quantum
Learning
Secara
umum, Quantum Learning (pembelajaran kuantum) mempunyai
karakteristik sebagai berikut:
1)
Berpangkal
pada psikologi kognitif.
2)
Bersifat
humanistik, manusia selaku pembelajar menjadi pusat perhatian.
3)
Bersifat
konstruktivistis, artinya memadukan, menyinergikan, dan mengolaborasikan faktor
potensi diri manusia selaku pembelajar dengan lingkungan (fisik dan mental)
sebagai konteks pembelajaran.
4)
Memusatkan
perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna.
5)
Menekankan
pada pemercepatan pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi.
6)
Menekankan
kealamiahan dan kewajaran proses pembelajaran.
7)
Menekankan
kebermaknaan dan dan kebermutuan proses pembelajaran.
8)
Memiliki
model yang memadukan konteks dan isi pembelajaran. Konteks pembelajaran
meliputi suasana yang memberdayakan, landasan yang kukuh.
9)
Menyeimbangkan
keterampilan akademis, keterampilan hidup dan prestasi material.
10)
Menanamkan
nilai dan keyakinan yang positif dalam diri pembelajar.
11)
Mengutamakan
keberagaman dan kebebasan sebagai kunci interaksi. Dalam prosesnya adanya
pengakuan keragaman gaya belajar siswa dan pembelajar.
12)
Mengintegrasikan
totalitas tubuh dan pikiran dalam proses pembelajaran, sehinga pembelajaran
bias berlangsung nyaman dan hasilnya lebih optimal.
Prinsip-Prinsip Pembelajaran Quantum
Learning
Prinsip
dasar yang terdapat dalam pembelajaran Quantum adalah:
1.
Bawalah
dunia mereka (siswa) ke dalam dunia kita (guru), dan antarkan dunia kita (guru
ke dalam dunia mereka (siswa).
2.
Proses
pembelajaran bagaikan orkestra simfoni, yang secara spesifik dapat dijabarkan
sebagai berikut:
a)
Segalanya
dari lingkungan
Hal ini mengandung arti baik
lingkungan kelas/sekolah sampai bahasa tubuh guru; dari lembar kerja atau
kertas kerja yang dibagikan anak sampa rencana pelakanaan pembelajaran,
semuanya mencerminkan pembelajaran.
b)
Segalanya
bertujuan
Semua yang terjadi dalam proses
pembelajaran mempunyai tujuan semuanya.
c)
Pengalaman
mendahului pemberian nama
Pembelajaran yang baik adalah jika
siswa telah memperoleh informasi terlebih dahulu apa yang akan dipelajari
sebelum memperoleh nama untuk apa yang mereka pelajari. Ini diilhami bahwa otak
akan berkembang pesat jika adanya rangsangan yang kompleks selanjunya akan
menggerakkan rasa keingintahuan.
d)
Akuilah
setiap usaha
Dalam proses pembelajaran siswa
seharusnya dihargai dan diakui setiap usahanya walaupun salah, karena belajar
diartikan sebagai usaha yang mengandung resiko untuk keluar dari kenyamanan
untuk membongkar pengetahuan sebelumnya.
e)
Jika
layak dipelajari, maka layak pula dirayakan
Segala sesuatu yang telah dipelajari
oleh siswa sudah pasti layak pula dirayakan keberhasilannya.
Langkah-Langkah Model
Pembelajaran Quantum Learning
Adapun
langkah-langkah yang dapat diterapkan dalam pembelajaran melalui konsep Quantum
Learning adalah sebagai berikut:
1.
Kekuatan
AMBAK
Ambak atau
apa manfaat bagiku adalah motivasi yang didapat dari pemilihan secara mental
antara manfaat dan akibat-akibat suatu keputusan (De Potter dan Hernacky 2001:
49). Motivasi sangat diperlukan dalam belajar, karena dengan adanya motivasi
maka keinginan siswa untuk belajar akan selalu ada. Pada langkah ini siswa akan
diberi motivasi oleh guru dengan memberi penjelasan tentang manfaat apasaja
setelah mempelajari suatu materi.
2.
Penataan
Lingkungan belajar Dalam prose belajar dan mengajar diperlukan penaatn lingkungan
yang dapat membuat siswa merasa betah dan nyaman pada saat belajar.
3.
Memupuk
sikap juara Memupuk sikap juara sangat diperlukan untuk lebih memacu siswa
dalam belajar.
4.
Bebaskan
gaya belajarnya Ada berbagai macam gaya belajar yang dimiliki oleh siswa.
Yaitu; visual, auditorial dan kinestetik. Dalam Quantum Learning guru
hendaknya memberikan kebebasan dalam belajar pada siswanya dan jangan terpaku
pada satu gaya belajar saja.
5.
Membiasakan
mencatat Belajar akan benar-benar dipahami sebagai aktivitas kreasi ketika siswa
tidak hanya menerima, melainkan bias mengungkapkan kembali apa yang diungkapkan
menggunakan bahasa hidup dengan cara dan ungkapan sesuai dengan gaya belajar
siswa itu sendiri.
6.
Membiasakan
membaca Salah satu aktivitas yang paling penting adalah membaca. Karena dengan
membaca kan menambah pembendaharaan kata, pemahaman, menambah wawasan dan daya
ingat akan bertambah. Seorang guru hendaknya membiasakan siswa untuk membaca.
7.
Jadikan
anak lebih kreatif Siswa yang kreatif adalah siswa yang ingin tahu, suka mencoba
dan sengang bermain. Dengan adanya sikap krestif yang baik siswa akan mampu
mengahsilkan ide-ide yang segar dalam belajarnya.
8.
Melatih
kekuatan Memori anak Kekuatan memori sangat diperlukan dalam belajar, sehingga
anak
perlu dilatih untuk mendapatkan kekuatan memori yang baik. Selain itu memurut
Bobbi De Porter langkah pembelajaran model quantum dikenal dengan sebutan
TANDUR. Yaitu: Tumbuhkan minta, alami, namai, demonstrasikan, ulangi, dan
rayakan.
Kelebihan dan Kekurangan Model
Pembelajaran Quantum Learning
1. Kelebihan
Pembelajaran quantum menekankan
perkembangan ketrampilan dan akademis.Dari sebuah pengalaman yang
diselenggarakan oleh Learning Forum di Supercamp yang mempraktekkan
pembelajaran quantum ternyata murid-muridnya mendapat nilai yang lebih baik,
lebih banyak berpartisipasi dan merasa lebih bangga pada diri mereka
sendiri.Dalam pendekatan pembelajaran quantum, pendidik mampu menyatu dan
membaur pada dunia peserta didik sehingga pendidik bisa lebih memahami peserta
didik dan ini menjadi modal utama yang luar biasa untuk mewujudkan metode yang
lebih efektif yaitu metode belajar-mengajar yang lebih menyenangkan.
Model pembelajarannyapun lebih
santai dan menyenangkan karena ketika belajar sambil diiringi musik. Hal ini
untuk mendukung proses belajar karena musik akan bisa meningkatkan kinerja otak
sehingga diasumsikan bahwa belajar dengan diiringi musik akan mewujudkan
suasana yang lebih menenangkan dan materi yang disampaikan lebih mudah
diterima.
Pada pembelajaran quantum,
objek yang menjadi tujuan utama adalah siswa. Maka dari itu guru mengupayakan
berbagai interaksi dan menyingkirkan hambatan belajar dengan cara yang tepat
agar siswa dapat belajar secara mudah dan alami. Semua itu adalah bertujuan
untuk melejitkan prestasi siswa.
Quantum Learning sebagai salah satu metode
belajar dapat memadukan antara berbagai sugesti positif dan interaksinya dengan
lingkungan yang dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar seseorang.
Lingkungan belajar yang menyenangkan dapat menimbulkan motivasi pada diri
seseorang sehingga secara langsung dapat mempengaruhi proses belajar.
Metode Quantum Learningdengan teknik peta pikiran (mind mapping)
memiliki manfaat yang sangat baik untuk meningkatkan potensi akademis (prestasi
belajar) maupun potensi kreatif yang terdapat dalam diri siswa.
2. Kelemahan
a) Memerlukan dan menuntut
keahlian dan keterampilan guru lebih khusus.
b) Memerlukan proses perancangan
dan persiapan pembelajaran yang cukup matang dan terencana dengan cara yang
lebih baik.
c) Adanya keterbatasan
sumber belajar, alat belajar, dan menuntut situasi dan kondisi serta waktu yang
lebih banyak.
REFERENSI
Deporter, B,; Reardon,M,; SingerNauri, S. 2010. Quantum Teaching: mempraktikkan quantum
learning di ruang-ruang kelas. Bandung: Kaifa.
Trianto. 2012. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana.
Triyani. 2014. Efektivitas Model Pembelajaran TANDUR dalam meningkatkan Hasil Belajar
Fisika Siswa MTs YAPI Pakem Sleman Yogyakarta. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.
RUANG DISKUSI
1. Dalam pembelajaran kuantum energy positif
dari guru sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran siswa. Bagaimana cara
guru untuk tetap memiliki semangat dalam mengajar ?
2. Pada pembelajaran kuantum apa
kesulitan yang dihadapi guru ketika menerapkannya ?
3. Pembelajaran kuantum diperkenalkan
pada tahun 2000 dan sdah berpedoman pada student centered. Apakah dapat kita katakana
bahwa model0model yang ada merupakan pengembangan dari pembelajaran uantum ?
SEMOGA
BERMAMFAAT J